Sunday, August 30, 2026

Mensyukuri Nikmat Middle age

 


Alhamdulillahirobbil a'alamiin, malam ini berdasarkan kalender Masehi, diri ini telah memasuki masa pra- lansia, atau paruh baya, atau Middle Age. Jika ditanya, bagaimana rasanya memasuki umur 45? barangkali aku bisa menjawab bahwa rasanya sama saat awal memasuki umur 40. 

Jika menilik waktu 5 tahun yang lalu, awalnya penuh dengan rencana- rencana yang sangat wah, khususnya, terkait spritual yang harus selalu meningkat, karena jatah hidup semakin berkurang. Namun pada kenyataannya, rencana- rencana yang wah tersebut, sedikit demi sedikit semakin memudar seiring berjalannya waktu.

Nah... di awal 45 ini, aku kembali optimis lagi, dan menyiapkan kewaspadaan bahwa amalan- amalan spritual di usia middle age ini harus lebih istiqomah dan meningkat. Diri ini harus lebih mengutamakan urusan yang hakiki dibanding yang sementara. Namun juga tidak meninggalkan keduniaan, karena kebutuhan sebagai makhluk tetap berjalan.

Alhamdulillah... malam ini aku bisa menuntaskan ujian untuk mendapatkan sertifikat pendidik dari gemini AI, pas ditanggal ultahku. Allah selalu begitu baiknya kepadaku. Terimakasih ya Allah. Mudah- mudahan Allah memberiku kesempatan dan kemampuan agar aku bisa menjadi bermanfaat untuk lebih banyak orang dan lebih luas lagi. Aaamiin.

 

Thursday, August 6, 2026

Mahasiswi UIN Meneliti Psikologis Santri

 Siang ini, ku temui mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah ciputat. Kak Gina, demikian aku memanggilnya, mahasiswi semester akhir dan saat ini menyelesaikan tugas akhirnya di bidang penyuluhan. Skripsi yang Gina ambil adalah tentang regulasi psikologi santri di pondok Asshiddiqiyah. 

Sebelumnya memulai chat WA, Gina menanyakan data tentang pesantren, kemudian wawancara sebentar dan proses selanjutnya adalah memberikan kuesioner kepada santri. 

"Kak Gina, kenapa memilih Asshiddiqiyah? ", tanyaku penasaran. Karena rumah Gina di Bekasi, dan sebenarnya ada banyak pondok juga yang dekat dengan daerah tempat tinggalnya. 

" Sebenarnya saya sudah mendatangi beberapa pondok di Bekasi, Depok, tapi banyak yang menolak dan ada yang regulasi nya susah. Jadi saya mencoba di Asshiddiqiyah ". Jawab Gina yang menjawab dengan dibantu temannya. 

" Iya mis, padahal dia sudah siap dari Desember, tapi belum bisa melakukan penelitian ", ucap teman Gina. 

Beberapa percakapan kami:

Gina: Oh iya mis, kalau di pondok ini bimbingan agamanya untuk santri waktu nya kapan saja?

Me: Kalau bimbingan keagamaan di pondok melalui kegiatan pembelajaran di madrasah Diniyah dan kolosal. Adapun keseharian, santri perkamar yang rata- rata berjumlah 15 anak, didampingi wali asuh. Wali asuh ini tugasnya seperti pengganti orang tua. 

Gina: kalau kajian khusus, sama ustadzah nya ga ada ya? 

Me: Biasanya momen tertentu saja, mengundang ustadzah dari luar. Kalau rutinitas sudah ada kurikulum nya di Madin. 

Gina: di pondok, kasus santri apa yang sering terjadi dan mempengaruhi psikologi anak?? 

Me: Rata-rata santri sini, mondok karena keinginan orang tua, sedikit sekali yang karena keinginan sendiri. Jadi latar belakang orang tua mempengaruhi kondisi anak. Ada anak yg orang tua nya broken, sehingga anaknya sengaja mencari masalah agar dikeluarkan dari pondok. 

Gina: Kalau kasus fatal yang pernah terjadi seperti apa? 

Me: jaman sekarang, Anak-anak itu biasanya aktif di dunia maya. Jadi ada yang di dunia maya, mereka berantem, dan ketika di dunia nyata mereka lanjut berantemnya. Santri aktif di dunia mayanya ketika liburan atau saat dijenguk orang tua nya. 

Pernah terjadi dua santri, berbeda angkatan, berebut pacar di sosmed. Ketika di pondok, saat mereka bertemu, mereka berkelahi secara fisik. Awalnya mereka tidak mengatakan alasan berkelahi, namun karena di desak, barulah mengaku. Dan ujung- ujung nya, kedua anak ini keluar dari pondok. 

Terkait anak yg tidak betah di pondok, kami akan lihat dari sisi orang tua. Jika orang tua, bersikeras anaknya agar mondok. Maka, sebisa kami merayu anak tersebut. Namun, jika orang tua lebih membela anaknya, maka kami kembalikan ke orang tua nya. 

Selanjutnya, aku mengarahkan Gina untuk menghubungi kepala sekolah SMP, karena koresponden yang dibutuhkan adalah kelas 2 dan 3 SMP. 

Wednesday, August 5, 2026

Silaturahmi Keluarga Bani Abdullah


 Silaturahmi adalah hal yang paling menyenangkan sekaligus membawa banyak barokah dan manfaat. Dan menjadi kepercayaan dan ajaran Islam, bahwa silaturahmi menambah kekuatan persaudaraan dan umur panjang. 

Di siang hari, saat aku dirumah usai dari asrama, Ubet mengajakku ke ndalem bunyai. Karena beliau menelpon ada rombongan Lek Sholeh datang silaturahmi. Lek Sholeh dan Lek Sholihin adalah putra dari Mbah Abdullah, adik dari mbah Putri kami, Mbah Chususiyah. 

Kami bertiga dg dik Uyun pun bergegas menuju ndalem bunyai. Ketika di parkiran, ketemu dengan abi yang baru menjemput Musya, akhirnya kita berlima berjalan menuju rumah kyai. 

Alhamdulillah, lek Sholeh dan istri yang selama ini jarang ketemu, karena beliau tinggal di Kalimantan, bisa ketemu di Jakarta. Ada juga lek Solikhin bersama anaknya Ikhsan turut serta. 

Lek Khin, ke Jakarta dalam rangka mengantar Ikhsan yang akan kuliah di PNJ Depok. Ikhsan yang alumni Pondok Ittihad Belung Tumpang Malang, berhasil lolos seleksi, dari 400 siswa yang diterima hanya 20 orang. 

Jurusan perminyakan yg diambil Ikhsan bekerjasama dg perusahaan minyak yang ada di Kalimantan. Info testnya dari Mas Dani, anak dari lek Ahmad yang merupakan pensiunan perusahaan minyak Kalimantan. Makanya Ikhsan hanya kuliah setahun di Depok, kemudian lanjut 3 tahun di Kalimantan. Dan semua biaya pendidikan ditanggung perusahaan minyak tersebut. 

Lek Leh, banyak ngobrol dengan abi, karena rumah lek Leh, dekat dg pondok tempat abi tugas Mustaqili di tahun 2024. Namun karena abi tidak tahu ttg lek Leh, jadi tidak mampir. 

Rombongan lek Leh tidak lama di pondok, jam 3 sudah pamit pulang. Lek Leh ke bandara menuju Kalimantan. Sedangkan Ikhsan ke Depok, lek Khin ke Karawang menginap di tempat lek Fat. 

Kami berfoto didepan lukisan abah kyai Nor. Dan saat berpamitan kami saling mendoakan agar sehat semuanya dan silaturahmi tetap terjaga. Aamiin



Sunday, June 1, 2025

The successful Requires Challenges

Gerimis program

Siapa yang pernah merasa terjebak dengan kebiasaan buruk yang menjadi rutinitas keseharian? Padahal sebenarnya dia tidak ingin melakukan hal tersebut. Akhirnya sepanjang hidupnya, dia menyesali, kegagalan dalam meraih cita-cita, karena dia tidak bisa keluar dari kebiasaan buruk nya tersebut. 
Aku adalah salah satu orang yang saat ini berada dalam kubangan lumpur, sehingga tidak bisa keluar. Aku di beberapa bulan ini, sangat kecanduan dengan YouTube, dan parahnya lagi, rela untuk mengisi kuota 45 GB sebulan 2 kali. 
Aku sadar bahwa semua itu bukanlah diriku yang kuinginkan. Aku selalu menekankan diriku bahwa aku harus bisa menghasilkan sesuatu dengan memanfaatkan internet. Dan bukan penikmat yang pasif tanpa menghasilkan karya.
Kecanduanku terhadap tontonan YouTube, betul-betul membelokkan visi dan misi ku, terutama dalam menghasilkan karya tulisan. Karena dulu, awal niat membuat akun YT adalah untuk mencantumkan link video untuk memperkuat tulisan.
Tentang tulis menulis, aku sudah mengikrarkan diri untuk tidak berhenti menulis. Beberapa kali aku mengikuti pelatihan menulis dalam rangka meningkatkan kemampuan ku, serta menambah semangatku dalam menulis.
Pelatihan menulis sangat berkesan yang pernah aku ikuti adalah KBMN PGRI angkatan 28 tahun 2023. Saat itu, aku sangat semangat menulis resume dari pemateri yang mewajibkan kami agar menulis minimal 4 kali dalam seminggu. Saat itu, aku bisa menulis 30 tulisan dalam 40 hari. Namun aku tidak bisa lulus, karena syarat kedua adalah menyerahkan tulisan dalam bentuk buku yang layak cetak sambil dibantu oleh mentor. Dan akhirnya aku belum sanggup memenuhi hal tersebut.
Berada dalam komunitas bersama penulis akan memberi semangat baru dalam menulis. Aku termotivasi dengan bu kanjeng, salah satu peserta yang menjadi pemateri dalam KBMN. Bu kanjeng ( nama pena), berumur 52 tahun saat, mengikuti KBMN ke-1. Dan saat angkatan ke- 28, puluhan buku yang beliau terbitkan, baik buku tunggal maupun antologi. Saat itu, aku sudah berumur 42 tahun, berarti aku masih belum terlambat.
Tokoh penulis yang sangat menginspirasi ku tentunya the  founder of KBMN, yaitu om JAY, guru blogger Indonesia. Beliau lah yang menggagas agar kita menulis setiap hari. Bahkan, dari menulis menjadi obat ketika beliau sakit parah. Dari tulisan beliau, menjadi berkesempatan untuk di undang langsung oleh presiden RI di istana negara. Dan tentunya, tulisan beliau menghasilkan pundi-pundi uang karena banyaknya yang membaca di media elektronik.
Dari komunitas penulis, ternyata ada banyak program tantangan, hal ini yang memaksaku agar selalu menulis. Setiap hari selalu mencari ide untuk dituangkan dalam tulisan yang layak dibaca. Dan yang terpenting bisa menjadi pembelajaran untuk diriku sendiri, dan penerusku dimasa yang akan datang.
Dua tahun aku vakum dari menulis, dan hari ini aku menemukan poster tantangan di IG " Gerimis" (Gerakan Rutin Menulis) 30 hari, 1-30 Juni. Aku harus mengikuti tantangan tersebut agar aku punya motivasi menulis. Bedanya, aku tidak memposting di IG seperti halnya peraturan yang asli. Melainkan, aku memposting di blog ku sendiri. Dan aku pakai 2 akun blog, sesuai dengan kebutuhan ku. Yakni, tulisan pribadi dan tulisan yang bersifat umum.
Ya Allah, berikan aku kekuatan Mu, agar aku bisa sukses sesuai dengan keinginanku. The succesful requires challenge, jadi aku mengambil tantangan ini. Semoga aku bisa keluar dari kubangan kebiasaan burukku menjadi kebiasaan baik, yaitu menjadi produktif. Aamiin 



Monday, January 1, 2024

Resolusi tahun baru 2024,"Be passionate "

Abaikan backgroundnya ya
Agenda tahun baru kali ini cukup menyenangkan dan menarik karena liburan pesantren dimulai tanggal 27 Desember, yakni sebelum tahun baru 2024. 

Hari ini, ahad 31 Desember 2023, kami sempat kan jalan- jalan ke salah satu mall di Jakarta Barat. Hari ini merupakan hari jadi abi atau ulang tahun yang ke-45. Abi mengajak jalan- jalan, sekaligus mentraktir makan- makan. 

Di CL, mall yang kami kunjungi, Musya main di play ground "Fantasi Kingdom". Bermain selama 2 jam lumayan cukup lama, jadi aku manfaat kan untuk ke toko buku. 

Toko buku adalah salah satu caraku untuk menumbuhkan mood ku untuk menulis. Dan tulisan ini langsung kubuat saat usai dari toko buku dan menunggu Musya yang masih main di play ground. 


Menulis sebuah buku akan tetap menjadi obsesi dalam hidup ku, meski sudah bertahun-tahun aku belum berhasil mewujudkannya. 

Kalau kata suami ku sih, "Orang sekarang malas baca buku, orang senengnya nonton video". 

Aku pamit ke toko buku aja, komentar abi, " Ngapain ke toko buku, percuma kalau ga beli. Di rumah noohh... Banyak buku yang belum dibaca".

Aku sempat down dengan pernyataan si- Abi. Tapi aku pernah membaca sebuah tulisan di medsos bahwa, menulis itu sebenarnya belajar mengenali diri kita. Dan faktanya bahwa seseorang yang aktif menulis, dia akan kuat dalam publik speaking nya. Dan masih banyak manfaat lain, yang pasti tidak akan ada rugi nya ketika menulis kan sesuatu. 

Saat di toko buku, ku jumpai kalimat yang menarik dari sebuah buku yang yang berjudul

Buku motivasi di akhir tahun 2023

Sejak dulu, aku memang sangat tertarik dengan buku- buku motivasi dan manajemen diri. Aku selalu penasaran, bagaimana kita bisa mengatur waktu dan hidup kita agar bisa berkualitas dan maksimal. Kelihatannya mudah secara teori, namun sungguh berat saat praktik. Dan kuncinya tak lain dan tak bukan adalah istiqomah tingkat tinggi sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rosulullah SAW. 

Dalam buku berjudul "Make time", membahas bagaimana kita bisa mewujudkan impian kita dengan memanage aktivitas harian kita dengan efektif. 

Diantaranya dengan membuat jadwal harian yang disiplin. Termasuk mengatur waktu tidur, yaitu tidak boleh tidur di pagi hari, demi menjaga kebugaran. Istirahat sebentar di siang hari. Juga menentukan prioritas, hingga membatasi waktu- waktu dalam pemakaian HP, dsb. 

Kalimat yang menarik dari buku ini adalah:


Jangan tanya kepada diri sendiri apa yang dibutuhkan dunia. 

Tanya kepada diri sendiri apa yang membuat hidup mu bergairah, lalu lakukanlah. 

Sebab dunia membutuhkan orang-orang yang memiliki gairah hidup

(Howard Thorman) 

"Be passionate... That's what I need", pikir ku. 

Pulang dari CL, aku akan menulis kan kembali manajemen waktu ku untuk tahun baru besok. Kebiasaan sehari-hari menentukan keberhasilan ku untuk mewujudkan ambisiku untuk menulis sebuah buku. Karena menulis buku adalah hal yang membuat ku bergairah. Mudah- mudahan Allah meridhoi ku. Aamiin. 

Tuesday, May 9, 2023

Kedatangan Santri Syawal 1444H

Kedatangan santri setelah liburan Ramadhan dan Syawal selama kurang lebih satu bulan, Alhamdulillah berjalan lancar. Kali ini kedatangan santri sekaligus  pengambilan raport PTS oleh wali santri SMP & MA. Dan juga berbarengan dengan acara bunyai yaitu, temu alumni pondok putri Wali Songo Cukir Jombang, pesantren bunyai saat mondok dulu.


Pimpinan asatidz 

Persiapan-persiapan yang dilakukan untuk kedatangan santri setelah liburan panjang ini, lumayan cukup menguras energi dan pikiran. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Kedatangan santri dimulai dari kedatangan santri putri, yakni dari jam 8.00 WIB - 13.00 WIB. Karena pengambilan raport, jadi dari pagi santri putri sudah banyak yang datang. Dilanjutkan sore sampai malam adalah kedatangan putra.


Suasana rapotan


Suasana sempat diguyur hujan namun hanya sebentar. Dan ada kejadian kurang mengenakkan, yaitu salah satu wali santri kehilangan tas saat ditinggal sholat di masjid. Agak mengagetkan juga sih, dan rasanya tidak mungkin pelakunya santri. Karena hanya ada santri putri dan wali santri yang sedang mengambil rapot. Kemungkinan besar adalah orang luar yang menyusup.

Bagian keamanan pun mengecek CCTV, namun susah untuk mendeteksi pelakunya. Akhirnya wali santri pun mengikhlaskan, dan dari pesantren juga menghimbau agar para wali santri waspada dengan barang nya masing-masing.

Untuk evaluasi pada kedatangan santri kali ini adalah:

- Kamar santri masih ada 2 kamar yang tidak di gembok, sehingga ada kotoran bekas tikus. Kebetulan 1 kamar tsb, wali asuh cuti hamil muda, sehingga untuk mencari pengganti dari pengabdian agar terlambat. Tapi Alhamdulillah bisa tertangani dengan baik, karena penggantinya SDH berpengalaman.

- Ospa, yg seharusnya datang pagi, banyak yg datang agak siang, hanya ada beberapa yang SDH datang. Namun tidak ikut membantu kedatangan adik-adiknya karena menunggu teman-temannya.

- Santri putri yang datang, 95% berseragam Madin, namun yang berkerudung putih hanya 40%. Hal ini karena dari Ospa nya sendiri tidak mencontohkan yang baik kepada adik kelas nya.

Evaluasi dari kedatangan santri kali ini adalah perlunya menguatkan lagi hal-hal yang berkaitan wali asuh, Ospa, kedisiplinan seragam santri. Dari segi keamanan, lebih waspada lagi dengan hal-hal kehilangan dengan mengingatkan kewaspadaan untuk menjaga barang-barang pribadinya sendiri.

Hal yang menyenangkan saat kedatangan santri adalah bertemu dengan anak-anak santri lagi, para wali santri, terutama wali santri yang merupakan alumni keluarga besar Asshiddiqiyah.

Bersama Bu Rofi' dan Bu Ikha

Kali ini, yang mengesankan adalah bertemu Bu Rofi', guru saya yang sekarang menjadi wali santri. Putri nya, bernama Najwa kelas 4, santri Tahfidz. Alhamdulillah, silaturahim dapat selalu terjaga.

Mudah-mudahan, liburan santri ini menjadi booster para santri. Sehingga ketika kembali ke pondok mereka lebih semangat lagi dalam tholabul ilm dan ibadah, serta lebih baik lagi akhlaknya. Aamiin.

Thursday, February 9, 2023

Semangat Menulis Buku Nonfiksi

 Judul: Semangat Menulis Buku Nonfiksi 

Resume Ke: 14

Gelombang: 28

Hari/ Tanggal: Rabu, 8 Februari 2023

Tema: Konsep Buku Nonfiksi 

Narasumber: Musiin, M.Pd.

Moderator: Yandri Novita Sari, S.Pd

Saya adalah penggemar buku-buku non-fiksi, dan sangat suka menulis hal-hal nyata yang ada di seputar kehidupan saya. Namun, karena tidak tahu cara menulis dengan baik, selama ini, tulisan hanya berupa catatan diary pribadi.

Tema KBMN 28 kali ini, merupakan tema yang sangat dinanti. Dan tentunya berharap, bisa menerbitkan buku solo nonfiksi yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Aamiin.

Kepintaran dalam mengemas isi buku tentu menjadi poin penting,  bertujuan agar buku yang dihasilkan menjadi bermakna di setiap lembarannya. 

Langkah awal bagi penulis, harus mengetahui bagaimana konsep buku yang akan ditulis. Selain memiliki tujuan dan manfaat,  konsep buku juga menjadi strong why penulis agar karya buku yang sedang digarap bisa tuntas. Baik berupa buku fiksi maupun buku nonfiksi. Selain itu agar terhindar dari kemandekan ide atau bahasa kerennya terhindar dari virus writer's block. 

Oleh karena itu, tema kali ini akan mengupas materi tentang *Konsep Buku Nonfiksi* bersama Ibu Musiin,  M. Pd. (Alumni KBMN ke- 8). Dan selaku moderator adalah ibu Yandri Novita Sari, S.Pd.(lulusan KBMN gelombang 25-26 bersama kakak Purbaniasita,  Koko Sim Chung Wei, dan lainnya).

Moderator yang berasal dari Sumatera Barat tepatnya di Kabupaten Pesisir Selatan ini pun memperkenalkan sang narasumber dengan mengirimkan CV-nya.

Biodata narasumber
Karya narasumber

Bu Musiin atau akrab dipanggil Bu Iin merupakan guru Bahasa Inggris di SMPN 1 Tarokan Kediri kelahiran Kota Tahu Takwa Kediri. 

Bu Iin juga merupakan peserta KBMN gelombang 8 yang berhasil duet dengan Prof. Eko Indrajit, karya buku mayor beliau berjudul *Literasi Digital Nusantara Meningkatkan Daya Saing Generasi Muda Melalui Literasi.*

Selain menjadi penulis, beliau juga Founder Organisasi Swadaya Masyarakat YAPSI dan juga Founder PT In Jaya. 

Kemudian juga tidak kalah hebatnya,  alumni IKIP Negeri Malang ini juga berhasil menempuh Short Course di SEAMEO RELC di Singapura pada tahun 2015.

Di awal pertemuan, ucapan terima kasih pemateri sampaikan kepada Om Jay dan Ibu Moderator Mbak Yandri Novitasari yang telah memberi kesempatan untuk berbagi ilmu dan berdiskusi dengan peserta KBMN. Kemudian Bu Iin meminta peserta untuk mengisi polling tentang menerbitkan buku non fiksi.

Polling menerbitkan buku non fiksi

Hasil dari polling terlihat peserta yang sudah menerbitkan buku non fiksi kurleb 35%. Bu Iin pun menyemangati terus bagi yang sedang berproses, jangan kuatir pasti akan sampai di tujuan.

Bu Iin sharing pengalaman ketika awal mula ikut kelas menulis Om Jay gelombang 8, beliau belum mempunyai blog. Berikut ini adalah pertanyaan motivasi sehingga Bu Iin bisa menerbitkan buku:

Motivasi dalam menerbitkan buku solo

Is there a book inside you? Jawabannya adalah YES YES YES

"Saya yakin Bapak Ibu memiliki segudang pengalaman, keterampilan, pengetahuan yang hanya tersimpan dalam diri Bapak Ibu. Sudah berapa ratus purnama tersimpan, tanpa ingin dilahirkan. Apakah semuanya akan hilang bersama jaman. Tentu tidak. Apa yang Bapak Ibu tulis akan menjadi pengukir sejarah dan warisan anak cucu". Demikian motivasi dari penulis yang merupakan lulusan S2 Universitas Negeri Surabaya.

Selanjutnya, narasumber menjelaskan pengertian tulisan nonfiksi.

Pengertian tulisan non fiksi

Tulisan Nonfiksi bersifat objektif dan berbasis data dan fakta. Bahasa yang digunakan juga bersifat denotatif, apa adanya. Tulisan nonfiksi dalam kehidupan sehari-hari, bisa berupa biografi, esai, makalah,dsb

Jenis-jenis tulisan non fiksi

Di sela-sela menjelaskan materi, Bu Iin menyempatkan untuk berbagi tips dalam menulis, diantaranya:
1. Meyakini bahwa TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN. 
Kata Prof Rhenaldi Kasali, kalau kita berpikir secara Opportunity Based, kita akan  selalu yakin ada pintu di tengah tembok rintangan.  Seperti nasihat Om Jay “Menulislah setiap hari, dan buktikan apa yang terjadi.”

2. Menaklukkan tantangan menulis dengan aksi nyata menghasilkan buku.

3. Mengatasi ketakutan dari dalam diri sendiri.
Ketakutan  yang dirasakan Bu Iin ketika menulis buku adalah sebagai berikut:
1. Takut tidak ada yang membaca.
2. Takut ssalah dalam menyampaikan pendapat melalui tulisan.
3. Merasa karya orang lain lebih bagus.
Jika terjadi hal seperti diatas, maka segera lakukan eksekusi dengan langsung menulis.
Pola penulisan non fiksi

 Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yakni:

1. Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) 

Contoh: Buku Pelajaran

2. Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses).

Contoh: Buku Panduan

3. Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antar bab setara)

Pola yang dipakai Bu Iin dalam menulis buku Literasi Digital Nusantara adalah pola ketiga yakni Pola Klaster.

Proses penulisan buku non fiksi

 Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5  langkah, yakni

1. Pratulis

2. Menulis Draf

3. Merevisi Draf

4. Menyunting Naskah

5. Menerbitkan

Langkah Pertama

 Pratulis

1. Menentukan tema

2. Menemukan ide

3. Merencanakan jenis tulisan

4. Mengumpulkan bahan tulisan

5. Bertukar pikiran

6. Menyusun daftar

7. Meriset

8. Membuat Mind Mapping

9. Menyusun kerangka

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 

1. Pengalaman pribadi

2. Pengalaman orang lain

3. Berita di media massa

4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram

5. Imajinasi

6. Mengamati lingkungan

7. Perenungan

8. Membaca buku

9. Survey

10. Wawancara

 Artinya, kita tidak akan bisa menulis dengan bagus, jika kita tidak pernah membaca dan mengupdate pengetahuan kita. Salah satu cara sederhana adalah peserta saling mengunjungi tulisan peserta lain dengan meninggalkan komentar.

Pra tulis
Menulis draf
Dari pengalaman narasumber dalam menerbitkan buku tantangan dari Prof. Eko, tema yang diangkat adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020. Referensi berasal dari data dan fakta yang diperoleh dari literasi di internet.

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan
Inilah " a book inside you", menurut narasumber.

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini  diajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet +62

Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, Bu Iin mengikuti nasihat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau 


Dengan mengikuti langkah dalam video diatas, tulisan menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis.

Berikut ini adalah anatomi buku nonfiksi.
 Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Merevisi draft



Menyunting naskah
Untuk merevisi draf, bisa mempraktikkan materi tentang Proofreading sebelum menerbitkan tulisan. Materi kelas KBMN memang saling berkaitan, dan peserta tinggal melakukan eksekusi.

Trending topik

Berikutnya adalah bagaimana mengetahui ini adalah trending topik yang bisa digunakan sebagai bahan tulisan. Untuk mengetahui suatu topik menarik atau tidak, maka bisa dicek di Google Trends.

Google trend

Hasil penelusuran tentang topik Kurikulum Merdeka terlihat bahwa topik tersebut masih cukup tinggi. Ini berarti jika kita menulis topik tersebut, akan diminati banyak orang. Aplikasi ini sangat bermanfaat untuk referensi sebelum menulis.

Selanjutnya Bu Iin meminta peserta untuk menuliskan RTL pada link yang sudah dishare 

RTL

Sesi tanya jawab 

1.Nurmiati _Temanggung
T: Bagaimana menemukan ide buku dengan tema yang uptodate dan bisa menyelesaikan dalam waktu singkat sehingga ketika buku terbit maka temanya sudah tidak outofdate?

J: Teman yang update bisa diperoleh dengan banyak membaca, melihat konten-konten atau bisa juga dengan melakukan pengamatan. Jika kita sering melakukan ini, maka naluri penulis akan terasah. Seorang wartawan dengan jam terbang yang tinggi, kualitas tulisannya pasti bagus. Ingat dengan mantra Om Jay ' Menulislah setiap hari". Untuk bisa menulis setiap hari, pasti harus ada bahan yang ditulis. Ini akan mendorong kita untuk kreatif mencari ide.

2. Candra_ Jakarta 
T: 1. Di mana letak kesulitan  ketika membuat buku fiksi dan Nonfiksi
2. Dalam buku non fiksi berapa idealnya kita menyiapkan daftar Pustaka nya sebagai referensi buku kita

J: 1.Tidak setiap orang mempunyai keahlian dalam menulis fiksi dan begitu sebaliknya, tidak semua orang bisa menulis buku nonfiksi. Bagi saya yang tidak memiliki jiwa seni, sulit sekali menuangkan kata-kata yang indah menjadi sebuah cerpen atau novel. Saya kira kesulitan yang dialami relatif tidak sama.
2. Tidak ada patokan untuk jumlah daftar pustaka untuk sebuah buku nonfiksi, tergantung data yang kita butuhkan. Semakin lengkap data pendukung kita dan dari sumber terpercaya, semakin bagus kualitas tulisan kita.

3. Elizabeth Kanserita Henny Anggorowati_SDN Cengkareng Barat 05 
T: Pada dasarnya saya pribadi punya segudang cerita non-fiksi, namun, saya merasa kesulitan ketika akan memulai menuliskan kisah-kisah tersebut, seperti halnya, menuliskan judul yang menarik, lalu mau dimulai dari mana? Itu menjadi kendala buat saya, yang notabene baru pertama kali belajar menulis, benar' nol, tapi setiap kali hasrat untuk menulis itu terus ada, mohon masukannya Bun 

J: Jangan bersedih, ibu tidak sendiri mengalami hal seperti itu.
Prof Eko pernah memberikan link materi di you tube, kiat memilih judul yang menarik. Pokoknya kalau itu anti mainstream pasti menarik untuk dilirik pembaca. Judul itu harus selalu wow dan menarik untuk dieksplore.
Mulailah dengan menulis, menulis, dan menulis. Besok dengan Pak Yulius, ibu akan diajari cara menulis mulai dari cover sampai daftar pustaka, dan itu akan tertata secara otomatis.
Ibu tinggal menginvetaris dulu, bisa berupa mind map. setelah itu tinggal mengembangkan. Anggap saja ibu berbicara dan diwujudkan dalam bentuk tulisan. Mengalir saja tanpa perlu kesempurnaan.

4. Rosjida Ambawani_ MA Swasta di Ciamis
T: Dalam menulis buku non fiksi, jika mengutip kutipan dari suatu referensi, apakah ada batasan maksimal kata agar tidak dikategorikan plagiat?
Dan apa aplikasi untuk mengecek "keplagiatan" dan bgmn cara menggunakan aplikasi tersebut.

J: Aturan dalam pengutipan sangat sederhana sekali, apabila seseorang mengutip dari suatu sumber maka sertakanlah sumber aslinya. Kutipan langsung tidak dapat dilakukan untuk satu halaman penuh. Sebaiknya kutipan langsung berisi beberapa paragraf saja.
Dalam mengutip selalu sertakan sumbernya. Aplikasi untuk mengecek level plagiat banyak sekali, salah satunya plagiarisme checker. Ibu bisa memasukkan file , dan akan muncul level plagiat.

5. HR.Utami_UPGRIS
T: Apakah menulis buku semi ilmiah dalam waktu singkat, tanpa didahului riset dapat dijamin validitasnya? Saya sempat berpikir, semua pengetahuan  (dari buku, media, atau pengalaman) diresume ya, Bu. Kemudian ditulis dengan bahasa kita, begitu Ibu?

J: Seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa tulisan nonfiksi adalah tulisan yang berdasrkan data dan fakta. Dalam menggunakan sumber tulisan, kita harus teliti dan cerdas dalam menguji validitasnya. Kita bisa membandingkan berbagai sumber dan menentukan yang terbaik. Tulisan kita adalah tanggung jawab kita.

6. Sri Mulyati _Cirebon.
T: Skripsi atau tesis adalah karya kita yang sesuai realita di lapangan, Apakah skripsi atau tesis kita bisa d jadikan buku non-fiksi? bagaimana caranya?

J: Untuk penulisan buku dari karya ilmiah, bisa dilihat kembali di pertemuan ke-4 dengan tema  Menulis Buku dari karya Ilmiah.

7. Endang Ratna Juwira_PAUDQu RUMAH IQRO BUNDA Cisarua Bogor
T: 1.Berapa banyak refrensi yang harus kita baca untuk bisa menjadi sebuah buku?
2.Bila ditengah penulisan buku kita merasa blank atau hilang ide apa yg harus kita lakukan?

J: 1.Jumlah referensi yang harus kita baca tergantung kebutuhan. Semakin banyak semakin baik, karena tulisan kita semakin berkualitas.
2. Bagaimana cara mengatasi writer's block? Jawabannya kembali ke diri kita sesuai karakteristik kita. Ibu bisa jalan-jalan, membaca, atau browsing media sosial. Hal-hal seperti itu akan menstimulus ide kita. Dengan belanja bahan, kita akan mampu menulis.

8.Samsinar Sambo_SMKN 31 Jakarta
T: Sebelum membuat tulisan kita membuat draft terlebih dahulu. Mohon tips membuat draft yang baik.

J: Sebelum membuat draft, baha-bahan yang dibutuhkan kita kumpulkan terlebih dahulu. Bahan-bahan itu bisa berupa tulisan, dan hasil diskusi. Setelah itu baru membuat draft. Draft bisa dalam bentuk mind map atau berupa diagram. Semakin rinci draft kita, semakin mudh kita menulis. Draft diibaratkan sebagai kompas yang akan menuntun penulis.

Di akhir pertemuan, sebenarnya masih banyak pertanyaan yang belum dijawab, yang nanti akan menyusul jawabannya. Namun karena waktu yang terbatas, narasumber pun harus mengakhiri dengan closing statement.

Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.
Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar. Mari kita mulai menulis dan jangan pulang sebelum menang. Bapak ibu sudah di tengah jalan, segera ambil piala kemenangan.

 Terima kasih atas ilmunya Bu Iin. Semoga ilmu yang Bu Iin berikan menjadi ladang amal jariyah yang selalu mengalir untuk ibu. Juga Bu Yandri, terimakasih atas quote- quote nya.

_*Tidak ada yang bisa menghalangi orang dari mati, tapi dengan menulis, ia masih memiliki peluang untuk ‘hidup abadi’.*_
A Wan Bong)