Silaturahmi adalah hal yang paling menyenangkan sekaligus membawa banyak barokah dan manfaat. Dan menjadi kepercayaan dan ajaran Islam, bahwa silaturahmi menambah kekuatan persaudaraan dan umur panjang.
Di siang hari, saat aku dirumah usai dari asrama, Ubet mengajakku ke ndalem bunyai. Karena beliau menelpon ada rombongan Lek Sholeh datang silaturahmi. Lek Sholeh dan Lek Sholihin adalah putra dari Mbah Abdullah, adik dari mbah Putri kami, Mbah Chususiyah.
Kami bertiga dg dik Uyun pun bergegas menuju ndalem bunyai. Ketika di parkiran, ketemu dengan abi yang baru menjemput Musya, akhirnya kita berlima berjalan menuju rumah kyai.
Alhamdulillah, lek Sholeh dan istri yang selama ini jarang ketemu, karena beliau tinggal di Kalimantan, bisa ketemu di Jakarta. Ada juga lek Solikhin bersama anaknya Ikhsan turut serta.
Lek Khin, ke Jakarta dalam rangka mengantar Ikhsan yang akan kuliah di PNJ Depok. Ikhsan yang alumni Pondok Ittihad Belung Tumpang Malang, berhasil lolos seleksi, dari 400 siswa yang diterima hanya 20 orang.
Jurusan perminyakan yg diambil Ikhsan bekerjasama dg perusahaan minyak yang ada di Kalimantan. Info testnya dari Mas Dani, anak dari lek Ahmad yang merupakan pensiunan perusahaan minyak Kalimantan. Makanya Ikhsan hanya kuliah setahun di Depok, kemudian lanjut 3 tahun di Kalimantan. Dan semua biaya pendidikan ditanggung perusahaan minyak tersebut.
Lek Leh, banyak ngobrol dengan abi, karena rumah lek Leh, dekat dg pondok tempat abi tugas Mustaqili di tahun 2024. Namun karena abi tidak tahu ttg lek Leh, jadi tidak mampir.
Rombongan lek Leh tidak lama di pondok, jam 3 sudah pamit pulang. Lek Leh ke bandara menuju Kalimantan. Sedangkan Ikhsan ke Depok, lek Khin ke Karawang menginap di tempat lek Fat.
Kami berfoto didepan lukisan abah kyai Nor. Dan saat berpamitan kami saling mendoakan agar sehat semuanya dan silaturahmi tetap terjaga. Aamiin


