Sunday, August 30, 2026

Mensyukuri Nikmat Middle age

 


Alhamdulillahirobbil a'alamiin, malam ini berdasarkan kalender Masehi, diri ini telah memasuki masa pra- lansia, atau paruh baya, atau Middle Age. Jika ditanya, bagaimana rasanya memasuki umur 45? barangkali aku bisa menjawab bahwa rasanya sama saat awal memasuki umur 40. 

Jika menilik waktu 5 tahun yang lalu, awalnya penuh dengan rencana- rencana yang sangat wah, khususnya, terkait spritual yang harus selalu meningkat, karena jatah hidup semakin berkurang. Namun pada kenyataannya, rencana- rencana yang wah tersebut, sedikit demi sedikit semakin memudar seiring berjalannya waktu.

Nah... di awal 45 ini, aku kembali optimis lagi, dan menyiapkan kewaspadaan bahwa amalan- amalan spritual di usia middle age ini harus lebih istiqomah dan meningkat. Diri ini harus lebih mengutamakan urusan yang hakiki dibanding yang sementara. Namun juga tidak meninggalkan keduniaan, karena kebutuhan sebagai makhluk tetap berjalan.

Alhamdulillah... malam ini aku bisa menuntaskan ujian untuk mendapatkan sertifikat pendidik dari gemini AI, pas ditanggal ultahku. Allah selalu begitu baiknya kepadaku. Terimakasih ya Allah. Mudah- mudahan Allah memberiku kesempatan dan kemampuan agar aku bisa menjadi bermanfaat untuk lebih banyak orang dan lebih luas lagi. Aaamiin.

 

Thursday, August 6, 2026

Mahasiswi UIN Meneliti Psikologis Santri

 Siang ini, ku temui mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah ciputat. Kak Gina, demikian aku memanggilnya, mahasiswi semester akhir dan saat ini menyelesaikan tugas akhirnya di bidang penyuluhan. Skripsi yang Gina ambil adalah tentang regulasi psikologi santri di pondok Asshiddiqiyah. 

Sebelumnya memulai chat WA, Gina menanyakan data tentang pesantren, kemudian wawancara sebentar dan proses selanjutnya adalah memberikan kuesioner kepada santri. 

"Kak Gina, kenapa memilih Asshiddiqiyah? ", tanyaku penasaran. Karena rumah Gina di Bekasi, dan sebenarnya ada banyak pondok juga yang dekat dengan daerah tempat tinggalnya. 

" Sebenarnya saya sudah mendatangi beberapa pondok di Bekasi, Depok, tapi banyak yang menolak dan ada yang regulasi nya susah. Jadi saya mencoba di Asshiddiqiyah ". Jawab Gina yang menjawab dengan dibantu temannya. 

" Iya mis, padahal dia sudah siap dari Desember, tapi belum bisa melakukan penelitian ", ucap teman Gina. 

Beberapa percakapan kami:

Gina: Oh iya mis, kalau di pondok ini bimbingan agamanya untuk santri waktu nya kapan saja?

Me: Kalau bimbingan keagamaan di pondok melalui kegiatan pembelajaran di madrasah Diniyah dan kolosal. Adapun keseharian, santri perkamar yang rata- rata berjumlah 15 anak, didampingi wali asuh. Wali asuh ini tugasnya seperti pengganti orang tua. 

Gina: kalau kajian khusus, sama ustadzah nya ga ada ya? 

Me: Biasanya momen tertentu saja, mengundang ustadzah dari luar. Kalau rutinitas sudah ada kurikulum nya di Madin. 

Gina: di pondok, kasus santri apa yang sering terjadi dan mempengaruhi psikologi anak?? 

Me: Rata-rata santri sini, mondok karena keinginan orang tua, sedikit sekali yang karena keinginan sendiri. Jadi latar belakang orang tua mempengaruhi kondisi anak. Ada anak yg orang tua nya broken, sehingga anaknya sengaja mencari masalah agar dikeluarkan dari pondok. 

Gina: Kalau kasus fatal yang pernah terjadi seperti apa? 

Me: jaman sekarang, Anak-anak itu biasanya aktif di dunia maya. Jadi ada yang di dunia maya, mereka berantem, dan ketika di dunia nyata mereka lanjut berantemnya. Santri aktif di dunia mayanya ketika liburan atau saat dijenguk orang tua nya. 

Pernah terjadi dua santri, berbeda angkatan, berebut pacar di sosmed. Ketika di pondok, saat mereka bertemu, mereka berkelahi secara fisik. Awalnya mereka tidak mengatakan alasan berkelahi, namun karena di desak, barulah mengaku. Dan ujung- ujung nya, kedua anak ini keluar dari pondok. 

Terkait anak yg tidak betah di pondok, kami akan lihat dari sisi orang tua. Jika orang tua, bersikeras anaknya agar mondok. Maka, sebisa kami merayu anak tersebut. Namun, jika orang tua lebih membela anaknya, maka kami kembalikan ke orang tua nya. 

Selanjutnya, aku mengarahkan Gina untuk menghubungi kepala sekolah SMP, karena koresponden yang dibutuhkan adalah kelas 2 dan 3 SMP. 

Wednesday, August 5, 2026

Silaturahmi Keluarga Bani Abdullah


 Silaturahmi adalah hal yang paling menyenangkan sekaligus membawa banyak barokah dan manfaat. Dan menjadi kepercayaan dan ajaran Islam, bahwa silaturahmi menambah kekuatan persaudaraan dan umur panjang. 

Di siang hari, saat aku dirumah usai dari asrama, Ubet mengajakku ke ndalem bunyai. Karena beliau menelpon ada rombongan Lek Sholeh datang silaturahmi. Lek Sholeh dan Lek Sholihin adalah putra dari Mbah Abdullah, adik dari mbah Putri kami, Mbah Chususiyah. 

Kami bertiga dg dik Uyun pun bergegas menuju ndalem bunyai. Ketika di parkiran, ketemu dengan abi yang baru menjemput Musya, akhirnya kita berlima berjalan menuju rumah kyai. 

Alhamdulillah, lek Sholeh dan istri yang selama ini jarang ketemu, karena beliau tinggal di Kalimantan, bisa ketemu di Jakarta. Ada juga lek Solikhin bersama anaknya Ikhsan turut serta. 

Lek Khin, ke Jakarta dalam rangka mengantar Ikhsan yang akan kuliah di PNJ Depok. Ikhsan yang alumni Pondok Ittihad Belung Tumpang Malang, berhasil lolos seleksi, dari 400 siswa yang diterima hanya 20 orang. 

Jurusan perminyakan yg diambil Ikhsan bekerjasama dg perusahaan minyak yang ada di Kalimantan. Info testnya dari Mas Dani, anak dari lek Ahmad yang merupakan pensiunan perusahaan minyak Kalimantan. Makanya Ikhsan hanya kuliah setahun di Depok, kemudian lanjut 3 tahun di Kalimantan. Dan semua biaya pendidikan ditanggung perusahaan minyak tersebut. 

Lek Leh, banyak ngobrol dengan abi, karena rumah lek Leh, dekat dg pondok tempat abi tugas Mustaqili di tahun 2024. Namun karena abi tidak tahu ttg lek Leh, jadi tidak mampir. 

Rombongan lek Leh tidak lama di pondok, jam 3 sudah pamit pulang. Lek Leh ke bandara menuju Kalimantan. Sedangkan Ikhsan ke Depok, lek Khin ke Karawang menginap di tempat lek Fat. 

Kami berfoto didepan lukisan abah kyai Nor. Dan saat berpamitan kami saling mendoakan agar sehat semuanya dan silaturahmi tetap terjaga. Aamiin